Header Ads

ad728
  • Breaking News

    King Suleiman, Film yang Merusak Citra Daulah Islam





    Sebagai seorang muslim, kita wajib rasanya protes keras kepada stasion TV Baik Punya Pemerintah atau Swasta yang menayangkan tayangan yang tidak bermutu apalagi jika tayangan itu MELECEHKAN AGAMA ISLAM.
    Jika ada yang beranggapan toh itu cuma film, atau hanya ingin mendapat hiburan saja dari film itu. Rasanya salah jika kita tetap menontonnya. Di mana harga diri kita sebagai umat Islam. Saat agama kita dihina, dilecehkan dan diinjak-injak. Seperti film yang booming saat ini King Suleiman, yang berlatar sejarah Islam di Turki. Film ini keluar dari kisah aslinya. Peradaban Islam yang baik dan syar’i telah diubah dengan sesuka hati mereka.
    Ayo kita boikot ANTV dengan tidak menonton acara tersebut. Hanya ini yang bisa kita lakukan agar rating dari film tersebut turun. Rating turun iklan sepi, iklan sepi ANTV yang bangkrut. Islam agama kita, tunjukkan kalo kita bisa bersatu. (ADMIN MIN HT)

    BERIKUT ARTIKEL DARI SITUS “BERSAMA DAKWAH”
    KING SULEIMAN, FILM YANG MERUSAK CITRA DAULAH ISLAM


    Setelah diiklankan sekian lama, akhirnya ANTV mulai menayangkan Mega Serial King Suleiman, Senin 22 Desember 2014 pukul 21.30 WIB. Untuk menyedot perhatian pemirsa, edisi perdana itu tayang dua jam tanpa jeda iklan.

    Siapa Sebenarnya King Suleiman?

    Siapakah King Suleiman? Dalam sejarah Islam, dialah Sultan Sulaiman Al Qanuni. Khalifah kesepuluh dalam Khilafah Ustmaniyah setelah Utsman, Orkhan, Murad I, Bayazid I, Muhammad I, Murad II, Muhammad Al Fatih, Bayazid II, dan Salim I. Sulaiman digelari Al Qanuni karena ia berhasil menyusun sistem undang-undang Daulah Turki Utsmani berdasarkan syariat Islam dan mengimplementasikannya secara teratur. Di Barat, King Suleiman dikenal sebagai Suleiman the Magnifient (Sulaiman yang Hebat).
    Syaikh Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi dalam buku ad Daulah al Utsmaaniyah menuliskan bahwa masa pemerintahan Sultan Sulaiman Al Qanuni merupakan puncak kekuasaan dan masa keemasan daulah Utsmaniyah. Pemerintahannya yang berlangsung pada 926 – 972 H (1520 – 1566 M) melahirkan perluasan wilayah yang belum pernah terjadi sebelumnya. Wilayah kekuasaan Daulah Utsmaniyah saat itu meliputi tiga benua.
    Dalam buku Sejarah Para Khalifah, Hepi Andi Bastomi menggambarkan Sultan Sulaiman Al Qanuni sebagai negarawan paling ulung pada masanya. Di bawah pemerintahannya, Daulah Utsmaniyah menyebarkan Islam hingga ke rantau Balkan di Eropa meliputi Hungary, Belgrade, Austria, Benua Afrika dan Teluk Parsi.
    Pendidikan yang baik dan terpadu sejak usia 7 tahun membuat Sulaiman tumbuh dalam suasana keilmuan, menyukai sastra dan dekat dengan para ulama. Ia dikenal tenang dan mampu melahirkan keputusan-keputusan matang. Di awal pemerintahannya, ia sempat digoyang dengan empat pemberontakan; mulai dari pengkhianatan Gubernur Mesir hingga kaum Syiah di wilayah Yuzaghad. Namun, Sulaiman Al Qanuni berhasil mematahkan seluruh gangguan itu hingga kemudian Daulah Utsmani stabil dan mampu mengemban dakwah Islam tanpa direcoki permasalahan internal.

    Versi Film King Suleiman

    Sebelum ditayangkan, mega serial King Suleiman diiklankan dengan sangat gencar dalam waktu sekian lama. Selain di TV ada iklan-iklan pendek sekitar satu menit, ada pula iklan/trailer di Youtube berdurasi lebih dari tiga menit.
    Dari trailer-trailer itu saja sudah bisa ditebak ke mana arah film King Suleiman. Ada wanita-wanita tanpa jilbab, berbaju ketat, menari hingga adegan bersentuhan denganKing Suleiman.
    Pada episode perdana, Senin (22/12/2014) malam, kesan itu semakin menguat. Pada edisi perdana itu juga sudah ada adegan King Suleiman tidur tanpa baju. Serta kondisi para harem yang cantik dan seksi. Agaknya, film yang mempropagandakan kebobrokan moral Daulah Utsmaniyah ini diadopsi dari novel berjudul The Sultan’s Harem karya Colin Falconer.
    Di Turki, film tersebut juga menuai kontroversi. Banyak Muslim yang tidak setuju dengan film yang justru merusak citra Daulah Utsmaniyah dan sekaligus merusak citra Islam itu. [Ibnu K/bersamadakwah]

    Sumber:

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728